Rabu, 17 Juni 2015

Happy ending sang wali kelas

Hari ini pulang dari kerja, tiba-tiba mas faqih mnta buka kado. Coba tebak kado siapakah? Kado mamanya doong tapi si lebay sayang penasaran bingiid mau tau azza. Kikikikikik... padahal mamanya sayang2 mau buka.
Ceritanya, kemarin ada kegiatan pengukuhan anak-anak didik saya. Nah kado itu merupakan pemberian anak-anak yang saya walikan. Maksudnyaa saya adalah wali kelas mereka. Selama tiga tahun. Saya sangat suka jadi wali kelas. Bertemu dengan anak-anak yang merupakan cerminan sikap saya di masa remaja dulu. Saya ingin mereka menjadi anak2 kebanggaan ayah dan ibu. Walaupun orangtua kerja hanya sebagai petani,buruh atau pun pekerja berat, mereka wajib mencintai. Berkat orangtua lah mereka bisa belajar secara formal. Saya sih pesan jangan berkeluarga dulu, supaya bisa menjaga orangtua secara full. Hehehe.. pemikiran itu berasarkan pengalaman sendiri kayaknya yaa.. oh..oh..oh....
Pokoke eyke suka bingiiid jadi wali kelas. \(^×^)/♥♥♥
Dulu saya sempet mendapat kejutan di hari kelahiran saya. Saya tidak menduga anak2 tau tanggal itu. Di hari saya semestinya memberi materi eee malah jadi memberi amanat dan berujung mata berkaca-kaca. Hehehe mereka membuat sebuah skenario drama. Berpura-pura. Mereka sengaja datang ke kelas terlambat. Satu persatu bergiliran mereka masuk. Saya sempet heran kenapa anak2 hari ini menjadi tidak terkontrol dan terlihat bermalas-malasan masuk kelas. Stelah saya diemkan dan menunggu mereka masuk dan marah2. Tiba2 dari luar mereka mengejutkan saya dengan masuk tiba2 dengan menyanyikan lagu "happy birthday" plus kue tart sederhana tp penuh ketulusan. Saya hanya bisa terdiem dan hampiiiir menangis. Hehehehe... eit masih ada lagi surprise nya.. ada kado lagi. Jam tangan n sepatu. Semua hanya saya pakai satu kali setelahnya. Karena setelah itu saya simpan. Sayang, buat kenang2 an. Seru kan jadi wali kelas. Klo dukanya ya ada juga. Tp nggak usah dibuat topik pembicaraan. Kadang terpikir juga dengan orangtua yang begitu getol menginginkan anaknya hebat,padahal mereka sbg orangtua ya biasa saja. Biarkan anak2 berkembang. Namun jangan lupa dirumah jg mesti mendapat pendidkan. Semua orang tua sayang anaknya. Tapi mereka harus dididik, bukan diperintah atau diatur sesuai selera ortu. Anak2 juga memiliki hati. Eitss jadi ngalor dan ngidul neh ceritane..
Kembali ke... judul..
Happy nya lagi adalah mereka sudah ada yg diterima bekerja di perkebunan. Bahkan ada yg disekolahkan dahulu kemudian nanti akan direkrut ke perkebunan. Istilahnya ikatan dinas kali yaaa.. untuk yang berwirausaha saya rasa belum ada untuk sekarang. Tapi saya yakin setelah beberapa tahun lagi, mereka memiliki kemandirian, akan ada yang menjadi wirausahawan dan wirausahawati. Anak2 yang tekun  insyaallah akan berhasil. Amin.
Nah kembali ke kado tadi. Dengan menggunakan gunting, dibukalah kadonya. Mas faqih semangat kali.. "sepatu ma..." (karena dibungkus dg kotak sepatu). Tapi setelah dibuka secara benar, isinya adalah mukena. Alhamdulillah. Pas sekali besok sudah puasa. Jd bisa untuk tarawihan.(tapi klo mau tarawih, adek ditha masa ditinggal? Waduuuh..) ato buat lebaran ja deh. Terima kasih anak2 ku.. semoga kalian semua menjadi anak2 kebanggaan orangtua dan almamater. Semoga kalian menjadi kebahagian keluarga dan juga masyarakat. Semoga indonesia bahagia memiliki kalian sebagai generasi pembangunnya. Amin Yra. Majulah pertanian Indonesia! Cuiiit..cuiit...!!

Gmbr 1 n 2: ada nama2 murid saya. 

Gmbr 3 foto mukena mas faqih sayang

Gmbr 4 beberapa siswi yg sempet berfoto dg hp pinjeman. Hohoho... secara hp saya ketinggalan. 

Minggu, 31 Mei 2015

Pesan Film Lord of The Ring

Sesungguhnya film lord of the ring sudah berulang kali tayang di layar kaca. Saya sudah lebih dari 3x menontonnya. Isi cerita yang paling menyentuh pada seri yang terakhir yaitu the return of the king. Film tsb bercerita ttg keberanian melawan ketakutan, tanggung jawab yang semestinya dipahami oleh seorang pemimpin,janji yang harus dipenuhi dan persahabatan. Perang tidak pernah memberikan kebahagiaan. Menyentuh sekali ceritanya. Saya berandai-andai. Seandainya saya di posisi mrk yang berperang atau di posisi frodo sang pembawa cincin malapetaka, saya rasa tubuh ini akan bergetar tak henti2. Saking takutnya. Bagaimana tidak takut, perang tsb melawan makhluk yang bertubuh lebih besar. Jumlah mereka pun lebih banyak. Merinding dangdutsss deh saya.. hihihi.. untung nggak sambil nyanyi.
Di setiap akhir cerita, saya selalu berhasil dirayu si film tersebut untuk selalu merenung. Dan memang saya selaku dibuatnya menjadi merenung. Betapa bisanya perang menyusahkan manusia. Nafsu akan kekuasaan dan harta sungguh sulit di tolak. Rayuannya sangat dahsyat. Sanggup membunuh teman bahkan mampu mengabaikan rakyat. Film ini selalu ditayangkan hampir menjelang tengah malam. Film ini juga menyampaikan bahwa bersatu maka kita akan teguh. Saling memberikan kepercayaan dan ketulusan. Pokoke menyentuh sekali.
Latar tempat nya juga mendukung kesenduan dan kemuraman jalan cerita. Malam dan hitam sering tampil. Namun nanti di akhir cerita kita akan melihat desa para hobbit yg imut itu penuh dengan kedamaian. Hijau dan asri. Tanaman bunga dan pepohonan menyejukkan mata kita. By the way, rumah hobbit tersebut ternyata memang ada loh tempatnya, klo nggak salah di irlandia ya. Hehehehe.. yang psti bukan di Indonesia yaaaa...
Para pemainnya menambah apik jalan cerita. Tapi inti dari postingan saya ini hanya mengenai pesan yang saya tangkap yakni mengenai makna hidup manusia.Kita akan berusaha  berbuat baik kepada sesama, menghargai kehidupan, dan jadilah manusia yang amanah serta pemimpin yang bijaksana. Hidup tidak selamanya. Tidak selamanya kita hidup sehat. Jadi berbuatlah kebaikan dengan ketulusan. Jadilah pemimpin yang didambakan. Majuuuu eorlingas..!!
Nb. Musik pengiring suasana perangnya benar-benar syahdu. Menyayat hati n bikin sedih. Hiksss...hehehehe..yah inilah postingan malam hari saya.